Kualitatif - Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa SD

Kualitatif - Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa SD


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap anak didik datang ke sekolah tidak lain kecuali untuk belajar di kelas agar menjadi orang yang berilmu pengetahuan di kemudian hari. Sebagian besar waktu yang tersedia harus digunakan oleh anak didik untuk belajar, tidak mesti ketika di sekolah, di rumahpun harus ada waktu yang disediakan untuk kepentingan belajar. Tiada hari tanpa belajar adalah ungkapan yang tepat bagi anak didik.
Prestasi belajar yang memuaskan dapat diraih oleh setiap anak didik jika mereka dapat belajar secara wajar, terhindar dari berbagai ancaman, hambatan, dan gangguan. Namun, sayangnya ancaman, hambatan, dan gangguan dialami oleh anak didik tertentu. Sehingga mereka mengalami kesulitan belajar. Pada tingkat tertentu memang ada anak didik yang dapat mengatasi kesulitan belajarnya, tanpa harus melibatkan orang lain. Tetapi pada kasus-kasus tertentu, karena ada anak didik yang belum mampu mengatasi kesulitan belajarnya, maka bantuan guru atau orang lain sangat diperlukan oleh anak didik.
Di setiap sekolah dalam berbagai jenis dan tingkatan pasti memiliki anak didik yang berkesulitan belajar. Masalah yang satu ini tidak hanya dirasakan oleh sekolah modern di perkotaan, tapi juga dimiliki oleh sekolah tradisional di pedesaan dengan segala keminiman dan kesederhanaannya. Hanya yang membedakannya pada sifat, jenis, dan faktor penyebabnya. 
Suatu pendapat yang keliru dengan mengatakan bahwa kesulitan belajar anak didik disebabkan rendahnya intelegensi. Karena dalam kenyataannya cukup banyak anak didik yang memiliki intelegensi yang tinggi, tetapi hasil belajarnya rendah, jauh dari yang diharapkan. Dan masih banyak anak didik dengan intelegensi yang rata-rata normal, tetapi dapat meraih prestasi belajar yang tinggi, melebihi kepandaian anak didik dengan intelegensi yang tinggi. Tetapi juga tidak disangkal bahwa intelegensi yang tinggi memberi peluang yang besar bagi anak didik untuk meraih prestasi belajar yang tinggi.
Di sekolah, kita sering menemukan beberapa siswa, yang mengalami hambatan belajar. Ia sulit meraih prestasi dasar di sekolah, padahal telah mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh. Bahkan ditambah belajar tambahan di rumah, tapi hasilnya tetap kurang memuaskan. Sehingga siswa terkesan lambat melakukan tugas yang berhubungan dengan kegiatan belajar. Akibatnya siswa yang mengalami kesulitan belajar mereka tampak cemas, pemalas, mudah putus asa, acuh tak acuh, terkadang disertai sikap menentang orang tua, guru, atau siapa saja yang mengarahkan pada proses belajar.
Fenomena kesulitan belajar yang dialami siswa biasanya tampak jelas dari menurunnya kinerja akademik atau prestasi belajarnya. Selain prestasi akademik, kesulitan belajar juga dapat dilihat dari perilakunya, diantarnya seperti pemalas, mudah putus asa dan lain sebagainya. Ada dua sumber utama siswa mengalami kesulitan belajar, yaitu berasal dari dirinya sendiri dan dari luar diri siswa. Dari dalam diri siswa bisa berupa gangguan otak, gangguan panca indra, cacat fisik dan gangguan psikis. Sedangkan penyebab dari luar siswa berupa keadaan keluarga, sarana dan prasarana sekolah, dan kondisi sosial masyarakat.
Sementara itu, cacat fisik adakalanya sering menjadi penghambat belajar, sebab siswa yang cacat fisiknya juga mengalami gangguan psikis. Mereka bisa minder, malu, merasa dikucilkan dan terkadang mencoba menutup-nutupi keadaan atau tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya. Namun tidak semua siswa yang mempunyai cacat fisik mengalami kesulitan belajar, keadaan keluarga juga sangat menentukan keberhasilan belajar. Keluarga harmonis, penuh perhatian, dan paham akan pentingnya pendidikan merupakan motivator utama berprestasi. Begitu juga sebaliknya, keadaan keluarga disharmonis membuat konsentrasi siswa menjadi terganggu, pikirannya terpecah antara tugas di sekolah dan suasana rumah yang tak nyaman.
Adapun faktor lain yang menyebabkan kesulitan belajar siswa di sekolah adalah pendekatan dan metode dalam proses belajar kurang bervariasi, sehingga menimbulkan kejenuhan pada kegiatan belajar. Oleh karena itu, kemampuan seorang guru dalam memilih metode dalam kegiatan belajar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa serta menciptakan suasana belajar yang kondusif sangat berperan dalam memberikan bantuan dalam membimbing belajar siswanya. Selain itu, situasi lingkungan belajar yang tidak kondusif sangat berpengaruh terhadap perkembangan siswa dan proses belajar. Untuk mencegah dan mengatasi sebab-sebab kesulitan belajar siswa, perlu kerjasama antara siswa, orang tua dan sekolah. Bagi guru, banyak alternatif yang dapat diambil dalam mengatasi kesulitan belajar siswanya, seperti, memberi bimbingan belajar, dan mengadakan remedial teaching (pengajaran perbaikan). Sehingga gejala sekecil apapun dicari solusinya yang tepat. Dengan demikian, penyebab kesulitan belajar siswa bisa ditelusuri guru bimbingan dan penyuluhan, psikolog, psikiater, dokter. Bila sudah diketahui penyebabnya, tentu akan mudah untuk memperbaikinya.
Berdasarkan paparan latar belakang diatas, maka penulis akan mengadakan penelitian dengan judul “Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa di SDN Ambalkebrek.” 

Untuk membaca lebih lanjut mengenai penelitian ini silahkan klik link dibawah ini: 

Download Link: 



Sekian artikel mengenai Kualitatif - Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa SD.

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Judul: Kualitatif - Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa SD
Ditulis Oleh : Andrean Perdana
Sekian artikel mengenai Kualitatif - Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa SD ini. Untuk artikel lainnya silahkan lihat di Daftar Isi, atau bisa juga dengan fasilitas search di bagian atas artikel.
0 komentar "Kualitatif - Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa SD", Baca atau Masukkan Komentar
Post a Comment