Kuantitatif - Pengaruh Sarana Pembelajaran Dan Minat Terhadap Hasil Belajar

Kuantitatif - Pengaruh Sarana Pembelajaran Dan Minat Terhadap Hasil Belajar



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah 
Dalam pasal 4 UU RI No 2 tahun 1989 disebutkan bahwa “Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti yang luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, sehat jasmani dan rohani, kkepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa bertanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan”
Pendidikan atau proses pendidikan mempunyai peranan strategis dalam mencapai kemajuan suatu bangsa dan negara. Namun pendidikan itu bukanlah proses yang berdiri sendiri, tetapi banyak hal yang terkait yang perlu diperhatikan dan dikembangkan secara terpadu. Faktor yang sangat terkait itu adalah peserta didik, pendidik, cita-cita pendidikan (tujuan), lingkungan, alat, sarana, fasilitas dan sebagainya. 
Pendidikan diselenggarakan tentu memiliki arah dan tujuan tertentu. Oleh karena itu masing-masing negara-bangsa atau lembaga pendidikan mempunyai tujuan pendidikan masing-masing berdasarkan nilai-nilai filsafat yang dianutnya. Dinegara kita nilai-nilai yang dijunjung tinggi adalah filsafat negara Pancasila. Pancasila dijadikan dasar negara dan sekaligus sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Oleh karena itu penyelenggaraan pendidikan diwarnai oleh nilai-nilai luhur  Pancasila. 
Guru adalah jabatan dan pekerja profesional. Kalimat ini sudah sering kita dengar dan kita ucapkan, tetapi tidak mudah kita laksanakan. Hal ini  dapat kita rasakan, kita nilai, kita amati dari situasi kelas, hasil belajar siswa, dan tanggapan siswa tehadap pembelajaran yang telah kita laksanakan. Ukuran yang mudah digunakan untuk mengukur profesionalitas kita adalah jika kelas yang kita asuh menjadi surganya siswa untuk belajar, atau kehadiran kita sebagai guru dikelas selalu dinantikan siswa. Sudahkah pembelajaran kita mencapai kondisi yang demikian? (Sugiyanto, 2008 : 5) 
Upaya peningkatan kualitas proses dan hasil pendidikan senantiasa di cari, di teliti dan di upayakan melalui kajian-kajian berbagai komponen pendidikan. Perbaikan dan penyempurnaan kurikulum bahan-bahan instruksional, sistem penilaian, mamajemen pendidikan, penataran guru, proses belajar-mengajar, penggunaan sarana pembelajaran dan lain-lain sudah dilakukan. Kesemuanya itu merupakan bukti nyata dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan hasil pendidikan. 
Dalam peningkatan proses dan hasil belajar para siswa sebagai satu indikator kualitas pendidikan, perbaikan dan penyempurnaan sistem pengajaran merupakan upaya yang realistis. Upaya tersebut diarahkan pada kualitas pengajaran sebagai suatu proses yang diharapkan dapat mewujudkan minat belajar para siswa. Dan diharapkan dengan adanya proses belajar yang baik juga akan meningkatkan hasil belajar peserta didik sehingga tujuan dari sistem pendidikan nasioanal dapat tercapai. 
Dalam proses belajar siswa tidak terlepas dari rasa ingin tahu yang sangat tinggi dalam kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung. Kelengkapan sarana pembelajaran juga dapat berpengaruh terhadap hasil belajar yang dilakukan siswa. Dengan adanya kelengkapan sarana pembelajaran, akan membantu siswa memahami konsep. Akan tetapi kelengkapan sarana pembelajaran sangatlah kurang, hal ini dikarenakan keterbatasan alat dan bahan yang dapat digunakan, serta kurang maksimalnya guru dalam pemakaian kelengkapan sarana pembelajaran yang telah tersedia. Sehingga minta belajar siswa selama ini sangat kurang. 
Dalam pendidikan terdapat adanya proses belajar mengajar yang didalamnya ada faktor-faktor penunjang keberhasilan belajar. Pembelajaran sebagai suatu sistem merupakan suatu pendekatan mengajar yang mengemukakan hubungan sistematik antara berbagai komponen, sistem merupakan suatu pendekatan mengajar yang mengemukakan hubungan sistematik antara berbagai komponen, diantaranya tujuan pembelajaran, bahan pembelajaran, metode belajar mengajar, media dan evaluasi pengajaran. Pembelajaran merupakan suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kelengkapan sarana pembelajar juga termasuk didalamnya, karena sarana pembelajar merupakan fasilitas dan perlengkapan yang diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar.Sarana belajar merupakan alat yang dipakai dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Dalam proses belajar mengajar kelengkapan sarana pembelajaran sangat besar peranannya terhadap minat hasil belajar siswa. Karena dengan kelengkapan sarana dapat menumbuhkan minat belajar siswa.
Kelengkapan sarana pembelajaran akan menambah minat belajar siswa dan tentunya juga akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan kondisi diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang : “Pengaruh Kelengkapan Sarana Pembelajaran Dan Minat Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar IPA Kelas III SD Se-Kecamatan Panjer Tahun Ajaran 2001-2012”

Untuk membaca lebih lanjut mengenai penelitian ini silahkan klik link dibawah ini: 

Download Link: 



Sekian artikel mengenai Kuantitatif - Pengaruh Sarana Pembelajaran Dan Minat Terhadap Hasil Belajar.

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Judul: Kuantitatif - Pengaruh Sarana Pembelajaran Dan Minat Terhadap Hasil Belajar
Ditulis Oleh : Andrean Perdana
Sekian artikel mengenai Kuantitatif - Pengaruh Sarana Pembelajaran Dan Minat Terhadap Hasil Belajar ini. Untuk artikel lainnya silahkan lihat di Daftar Isi, atau bisa juga dengan fasilitas search di bagian atas artikel.
0 komentar "Kuantitatif - Pengaruh Sarana Pembelajaran Dan Minat Terhadap Hasil Belajar", Baca atau Masukkan Komentar
Post a Comment